Rabu, 25 Januari 2023

 Resume KBMN Pertemuan Ke-3

                       Menelisik Prestasi yang Menginspirasi

Angkatan             : 28

Hari/Tanggal       :  Jum'at, 13 Januari 2023

Judul Materi       : Gali Potensi Ukir Prestasi

Narasumber       :  Aam Nurhasanah, S.Pd.

Moderator          : Arofiah Afifi,S.Pd.

Judul                  : Prestasi yang Mengusik




Acara malam KBMN ke-28 sudah sampai pada pertemuan ke-3 pada Jum'at, 13 Januari 2023, semakin antusias karena akan hadir narasumber hebat, Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. Pada awal pemaparan materi beliau menyampaikan  untuk mengukir prestasi bisa dimulai dengan hal-hal yang kita sukai, karena manusia diberikan kesempatan yang sama untuk menggali segala potensi yang dimiliki untuk meraih prestasi.

Apa yang kita alami, atau apa yang kita kuasai, kita bisa menulis puisi, cerpen, pantun, , novel, atau kisah inspiratif yang bisa menginspirasi negeri. Namun, memang, sebagai penulis pemula ada saja kendala dalam memulai terjun ke dunia menulis. . Kekhawatiran akan tulisan jelek, takut dibuli, ragu- ragu (tidak percaya diri), sehinga tulisan hanya disimpan dalam draft dan membiarkan ide lenyap begitu saja.

Buku merupakan hasil karya penulis yang istimewa, sehingga dikatakan buku adalah mahkota penulis. Dengan lahirnya buku, seorang penulis akan dikenal. dan diketahui pemikirannya maupun sudut pandangnya.  Oleh karena itu Ibu Aam tidak menyerah dengan hambatan dan tantangan. Beliau mengikuti KBMN ke- 8 dan akhirnya lulus pada KBMN yang ke-12. 

salah satu kunci keberhasilan Bu AAm adalah mengikuti jejak Omjay, yaitu dengan menulis setiap hari dan mengabadikan menjadi buku. Bu aam membukukan setiap pengalaman supaya menjadi jejak literasi.

Lahirlah buku pertama Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat pada tahun 2020, memberi  bonus bisa keliling Indonesia karena banyak peserta  yang memesan buku tersebut untuk panduan membuat buku hasil resume. Setelah buku solo, lahirlah buku-buku yang lainnya dengan mengikuti event tantangan Prof. Eko Indrajit. Buku karyanya sudah mejeng di Gramedia. Kemudian buku lainnya, Blogger Inspiratif, Rajin Menulis Berbuah Manis, dan menjadi kurator sebuah novel karya Juminah Seindah Takdir Cinta. 

Sebagai seorang Ibu kelahiran 1988 tentu beliau masih muda dan energik, bahkan masih memiliki anak kecil sepertinya. Luar biasa bisa saya bayangkan kesibukan beliau. Namun tidak menyurutkan dengan prestasi yang tiada henti. seperti terpilih menjadi The Queen of Books  dalam tantangan menulis PGRI dan YPTD (Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan)

Kita dapat belajar dari Bu Aam Nurhasanah untuk terus berkarya, tanpa mengenal kata menyerah. Kegagalan adalah pemacu prestasi, bukan penghalang untuk melangkah maju.

Terimakasih inspirasinya ....

Puspa Wijayanti, S.Sos.                                                                                    

Resume Pertemuan Ke-2

Bismillahirrahmaanirrahiim

Izinkan saya tuliskan Resume demi Resume dua pekan ini, berarti 6 pertemuan. Yang pertama adalah 


                                             Passion dan Healing Bonus Manfaat


Pertemuan ke-  : 2

Angkatan             : 28

Hari/Tanggal       : Rabu, 11 Januari 2023

Judul Materi       : “Menjadikan Menulis Sebagai Passion”

Narasumber       :  Dra. Sri Sugiastuti, Mpd.

Moderator          : Widya Setianingsih, S.Ag.

Judul                  : Passion dan Healing Bonus Manfaat


Meliuk dedaunan diterpa angin, jatuh satu karena hujan

Kawan yuk jangan “beringin-ingin” segera buat tulisan

Mpok Rujak meracik asinan, bikin badan menjadi segar

Segera wujudkan harapan, jangan biarkan ide menguar

 

“Orang-orang sukses hanyalah mereka yang memiliki kebiasaan sukses” (Brian Tracy)

Begitulah Ibu Widya selaku moderator membuka acara




Passion atau apa? Pertanyaan bergelayut manja di benak saya.  Sejak saya bisa mengoperasikan mesin ketik pada waktu usia sekolah dasar, saya suka membuat tuliasan ala kadarnya. Mesin ketik adalah alat istimewa, yang suaranya terkadang mengganggu, nanti akan memberikan cetakan warna hitam, merah, atau biru sesuai pita yang dipasang. Ia milik bapak saya seorang Kepala Sekolah SD.

Mula-mula saya menulisa apa saja, tak di sangka mulai SMA saya menulis puisi. Terkadang ide muncul di kamar mandi, kemudian saya ulang-ulang. Jika sudah sreg, maka akan saya ketik.

Karya-karya puisi saya hasil renungan. Namun itu semua tinggal kenangan, karena sesuatu hal puisi-puisi “ala saya” kira-kira ada puluhan itu saya musnahkan. Wht’s? Setelah sekian puluh tahun, saya mencoba berinteraksi kembali dengan kegiatan "menulis".

                                                              ***

Oleh karena itu saya mengikuti KBMN Gelombang ke-28,  supaya lebih termotivasi dan tergali potensi saya dan menjadikannya passion.

                Menatap wajah berseri Bunda Kanjeng, Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd pada flyer pertemuan kedua, sangat menarik hati untuk menyimak grup wa KBMN. Bunda Kanjeng merupakan Ratu Antologi, Penulis, Motivator, dan Founder PMA Literasi Istikamah.

Meskipun usia beliau sudah lewat dari 60 tahun, namun semangat beliau dalam menulis tidak kalah dengan yang muda. Beliau menyatakan bahwa untuk meraih sukses seseorang harus mau berproses dan mau keluar dari zona nyaman, mengikuti aturan main dan berani mengambil tantangan.  Demikian pula dalam menulis. Kita harus menjadikan menulis sebagai passion. Menurut Bu Kanjeng, passion disebut juga renjana, yang artinya gairah atau rindu.

Passion berbeda dengan hobi, jika menulis itu dijadikan hobi, maka kita masih bisa menahan untuk tidak menulis ketika kondisi tidak memungkinkan, sedangkan jika menulis sudah menjadi passion, maka kita tidak bisa menahan untuk tidak menulis, karena jika belum menulis seperti ada yang menggajal perasaan kita,  dan menuntut untuk segera ditunaikan. Barulah terasa “plong”.

Bu Kanjeng sapaan akrabnya memaparkan,  kemampuan menulis bisa dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir seseorang. Bahkan sampai saat ini profesi penulis merupakan salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial. Menulis juga akan mengangkat derajat seseorang dan bonus-bonus lainnya, seperti money jika takdir tulisan/ buku memiliki nlai kelayakan, bisa traveling, bertemu orang-orang penting.

Menulis juga dikatakan sarana healing sebab ketika kita ada masalah, bisa disalurkan melalui menulis, semakin dekat dengan Tuhan (Allah SWT), sehingga beban berkurang dan pikiran menjadi lapang.

Bagi seseorang, dalam proses menulis juga memiliki beberapa kendala. Seperti menganggap dirinya tidak berbakat menulis, tidak memiliki waktu, tidak memiliki ide, tidak mau menerima kritik, maupun alasan tidak suka menulis. Berikut TIPS dari Bunda Kanjeng : (a) banyak membaca buku atau tulisan karya orang lain  (b) Dengan mendialektikakan bahan bacaan yang sedang kita baca dengan bacaan orang lain atau  diri kita sendiri. Jika perlu memiliki mentor menulis yang tepat (c)  Menuliskan topik sesuai apa yang sednag kita rasakan, akan sampai ke hati pembaca  (d) agar perhatian tidak terpecah dalam menyelesaikan tulisan kita harus pandai menemukan ide/ gagasan yang menarik minat pembaca, kemudian menentukan tema, menentukan tujuan, dan genre yang sesuai lanjut menyusun kerangka (outline), dilanjutkan garis besar dan tokoh  pada buku tersebut (e) menambah pengetahuan, pengalaman, dan kisah orang lain untuk memperkaya gagasan.

Jadi, mengapa menunda lagi untuk menulis?

Kutipan Bunda Kanjeng ini pasti menggugah semangat kita “Khairunnaas anfa’ahum linnaas” yang artinya sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfa’at untuk manusia lainnya. Bahwa menulis akan memberikan manfaat bagi para pembaca tulisan kita. Apabila tulisan kita mengisnpirasi, mengajak dan menyampaikan hal-hal baik tentu sangat bermanfaat dan ditunggu-tunggu.

 

 Semoga manfa'at.

Rabu, 11 Januari 2023

Dentuman Mesiu

Judul                            : Dentuman Mesiu

Resume ke-                 : 1

Gelombang ke-           : 28

Tanggal                       : 9 Januari 2023

Tema                           : Menulislah Setiap Hari

Nara Sumber               : Dr. Wijaya Kusumah, S.pd, M.Pd.

Moderator                  : Dail Ma’ruf, M.Pd.

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Puji syukur kehadirat Allah SWT, bahwa saya bisa membuat resume materi pertama pada KBMN (Kelas Belajar Menulis Nusantara) PGRI Gelombang ke-28 ini. Sebuah hal yang luar biasa bagi saya pribadi bisa mengikuti kelas ini.

                                                 

Meniti tangga, mencipta karya

Jangan bertanya, aku mau kemana

Angin yang sepoi menyibak kelana

Mengayun langkah membisik hati

Ayo gerakkan jemari, jangan ragu lagi

Menulis lagi …. lagi…. dan lagi ….

                        -Puspa Wijayanti-

 

Sejenak siang ini, mencari obat penenang mujarab (saya mulai menulisnya tanggal 10 Januari siang) . Setelah melaksanakan kewajiban hari ini, saatnya rehat sejenak.  Begitu banyak hal yang terjadi dalam kehidupan kita, namun seringkali terlewat begitu saja. Terlupakan atau dilupakan. Dan seringnya tanpa makna, karena tidak sempat kita merenungi kejadian yang menimpa diri kita. Padahal, apa yang kita alami, meskipun kecil bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Bahkan terkadang orang melihat kejadian  dari sisi negatif dan berkembang jadi gosip. Ups! Tak elok, bukan?

 

Menulis adalah salah satu cara kita memaknai kejadan-kejadian di sekitar kita dengan sudut pandang positif, itulah yang saya dapatkan ketika mengikuti kelas-kelas menulis.

Hal tersebut juga amazing selaras dengan dengan pemikiran Omjay, menulis adalah obat dan tagline beliau yang sangat memikat:

 

“Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi”

 

Tagline tersebut ibarat dentuman mesiu bagi saya pribadi. Kalau mesiu yang sebenarnya menggetarkan bumi dan membuat sekelilingnya berlari mencari keselamatan. Namun,mesiu ini dentuman yang menyadarkan. Ada sesal, kok baru sekarang saya tahu ada kelas menulis KBMN, sih? Saya mengetahui KBMN ini karena status wa seorang teman guru Bulan Desember 2022 lalu. Terimakasih teman-namanya tidak saya sebutkan karena belum minta izin-.


Dari materi Omjay saya semakin sadar menulis akan memberikan dampak bagi seorang penulis dan pembaca. Apalagi ditulis dengan sepenuh hati, akan memberikan kesan yang mendalam  kepada pembaca.

 

Menurut Omjay:

“Semua orang bisa menulis, karena sudah bisa membaca. Dari banyak membca, kita  bisa menulis. Hanya saja, kemampuan menulis kita belum diasah setiap hari. Kita perlu mengasahnya dengan menulis komentar dari tulisan orang lain. Setelah itu, barulah menulis dari hal yang tidak penting menjadi penting.”

 

Lalu, apa saja poin-poin yang harus kita perhatikan dalam aktivitas menulis? Berikut rangkuman yang bisa saya sampaikan:

-       Menulis adalah kemahiran berbahasa tertinggi

-       Membiasakan menulis setiap hari

-     Menulis setiap hari sebagai kebutuhan dan bagian dari diri, jika belum menuilis pada satu hari, merasa ada yang kurang.

-      Menulis itu aktivitas sat set, jika ada ide/ gagasan, segeralah menulis tanpa mengedit. Jika semua ide sudah tersampaikan, barulah membaca ulang dan mengeditnya, supaya menjadi tulisan yang baik.

-   Menulis apa saja yang menarik hati dan dikuasai, karena jika menuliskan hal yang tidak dikuasai,tulisan akan terasa hambar.

-  Melawan kemalasan dalam menulis. Tantangan terbesar adalah dari diri sendiri, melawan kemalasan dan komitmen menulis setiap hari.

Lebih lengkapnya ada di http://wijayalabs.blogspot.com/2023/01/menulislah-setiap-hari-dan-buktikan-apa-html

 

Pada sesi pertanyaan, muncul 29 pertanyaan, dan menurut saya diiantarnya yang paling menarik adalah tentang membuat tulisan yang menarik di blog, bagaimana beberapa tulisan yang beranekamacam dijadikan satu buku, dan cara mengatasi mental block. Mau tahu?

 

Berikut jawaban pertanyaan pertama, tulisan yang menarik pembaca dilihat dari judulnya. Judul ibarat pintu sebuah tulisan. Selain itu rajin berkunjung dan mengomentari blog orang lain. Untuk pertanyaan kedua, beberapa tulisan yang beranekamacam dapat dijadikan satu buku dengan cara diklasifikasikan sesuai temanya. Nah, bagaimana mengatasi mental block yang ada pada diri sendiri dalam hal membaca dan menulis, karena minat membaca dan menulis minim sekali  dan bagaimana tips supaya tulisan menarik? (saya sarikan dari pertanyaan ke-21)? Jawaban Omjay singkat saja, banyak membaca latihan dan membaca tulisan orang lain.

 

Cukup sekian resume saya, semoga bermanfaat.

Tidak lepas dari kekurangan, sialkan kritik dan saran membangunnya,

Terimakasih.

Wassalamu’alaikum warhamatullahi wabarakatuh

 


Disela materi Omjay sampaikan ini:


                                            Hidup seperti orang berjalan di trotoar.

                                            Harus hati-hati melangkah. 

                                            Begitu juga menulis setiap hari. 

                                            Berpikir sebelum memposting itu penting.


*dalam proses meresume ini saya merenungi penjelasan Omjay tentang menulis menjadi obat, ketika kita menulis sebelum tidur bisa mengantarkan pada proses spiritual kita, mendekat kepada Ilahi. Saya menemukan satu kalimat “Menulis itu Melapangkan”. Yeyy … dapat ide tuisan jadinya.

 

     Salam Literasi

     Puspa Wijayanti, S.Sos.


Senin, 09 Januari 2023

PUISIKU

 

                                                      Foto: Sekuntum Bunga dari Tripoli (ayasy)


Assalamu'alaikum, teman-teman pembaca ...

Aku pernah mengikuti penulisan puisi Prosais dan Senandika menjadi sebuah Buku Antologi. Kubagi karyaku disini, silakan komentar, kritik dan saran membangun, ya! Terimakasih.

(di buku antologi, aku kadang memakai nama Puspa Mafazan, terkadang Puspa Wijayanti)

SENANDIKA

 Pesonamu

Oleh: Puspa Mafazan

Kekasih, Aku menanti, sekuncup mawar darimu, tetapi melati yang engkau beri. Mengharap rindu berbalas rindu, tetapi angan ini serasa tak bertepi. Sepenuh hasrat menikmati senyum renyahmu, membelai optimisme yang teronggok di sudut hatiku. Mungkinkah senyum yang kau lempar itu aku menjadi sasarmu?

Di taman ini ku nikmati sepoi angin, melintas harap salam darimu, apakah rasa ini ada padamu? Menunggu ucapmu, mencintaimu adalah hasrat yang mengukuhkan jiwaku. Menggelegak kususun kalimat sederhana, kutoreh dalam kata manis tak terkira. Kembali senyummu hadir memberi harap, takku biarkan menguap. Kapankah engkau katakan padaku, kalimat yang kutunggu-tunggu?

Andai sepoi angin mampu menolongku, membisik pesan padamu. Aku terpasung oleh pesonamu. Aku yakin engkau hadir bukan hanya di pelupuk mata. Engkau kan datang bersamaku. Di taman ini, tempatku setia menanti. Membasah hatiku, melintas senyum dan rendah hati sikapmu. Ketenangan menyeruak di sela di penghujung hari.

 

Resah

Oleh Puspa Mafazan

Aku tak ingat lagi kapan terakhir kita bertemu. Bising itu telah merusak candaku bersamamu. Memecah gelisah yang tumpah ruah saat itu. Entah rasa apa yang engkau luapkan. Netramu berkaca dan tak sanggup berkata. Bibirmu terkatup bisu, hanya lambaian tangan memberi tanda.

Ah, mengapa secepat itu, bertemu denganmu dan harus melepasmu. Ingatlah! Hidup ini tidak seperti bayangmu, tidak selalu semacam anganmu. Begitu katamu. Kamu terlalu bodoh, mema’afkan dan membiarkan rasa menjadi jelaga, lanjutmu waktu itu. Mengoyak hatiku memberi resah dan sembilu.

Sampai kapan kamu seperti ini? Itu tanyamu. Aku hanya menatapmu dengan sendu, ini adalah pilihan. Aku akan selalu memilih resah, dia akan aku asah serupa cinta yang merekah. Dia akan kubasuh dengan ajaran sang penyuluh menjadi cita yang membuncah.

Kamu bodoh! Cibirmu diantara canda waktu itu. Apalah katamu. Apa pedulimu. Ini adalah pilihan. Aku akan selalu memilih resah, dia akan kuolah  menjadi kisah yang indah. Dia akan musnah oleh senyum yang renyah.

 

Keunikan Belajar

 Belajar adalah proses, sedang hasil insyaaAllaah mengikuti sejauh apa proses yang kita lalui 😄. Ma'af menulis sedikit dahulu untuk melatih diri.

Minggu, 08 Januari 2023

Opening Ceremony: Malam Minggu yang Kutunggu


Judul          : Opening Ceremony: Malam Minggu yang Ditunggu

Resume ke : 1

Gelombang ke    : 28

Tanggal                : 7 januari 2023

Tema                      :   Opening Ceremony

Nara Sumber          :  Tim Solid



 Membangun semangat menulis adalah salah satu alasanku ikut serta dalam KBMN (Kelas Belajar Menulis Nusantara) ini. Kelas Belajar yang aku kira hanya di Bulan Januari, ternyata sampai pertengahan Bulan Maret, bahkan jika dilakukan bimbingan menulis buku solo, bisa lebih dari waktu ditulis pada jadwal pertemuan.

Maka menghadiri opening ceremony adalah hal penting, supaya peserta -aku- memahami rangkaian kegiatan yang akan aku ikuti lebih dari dua bulan nanti. Pada saat bergabung zoom meeting sedang berlangsung menyanyikan lagu Mars PGRI. Pasti sebelumnya telah dinyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. 

Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Catur Nurrochman Oktavian  sebagai Pengurus Besar PGRI yang memberikan motivasi bahwa menulis bukanlah sekedar rangkaian kata, melainkan upaya untuk para guru meningkatkan martabatnya. Menulis juga salah satu cara untuk menjadikan diri memiliki kebermanfaatan bagi manusia lain, masyarakat, bahkan negara.

Yang kedua, sambutan dari Om Jay sebagai "Guru Besar" pada KBMN  ini selain memberikan sambutan juga membuka acara KBMN Gelombang ke-28 ini. Hembusan semangat dan motivasi mengalir dari setiap kata dan kalimat yang dituturkan. Intinya, menulis adalah kegiatan semua orang, menulis bisa menyembuhkan, menulis untuk keabadian.

Sambutan ketiga dari Bunda Kanjeng Solo, semakin memacu  semangat dengan keyakinan beliau bahwa menulis itu menyembuhkan. Kemudian dilanjutkan oleh Pak Brian dengan materi teknik pelaksanan pelatihan dan teknik penyetoran tugas.

Rangkaian Opening Ceremony diikuti peserta dengan antusias.  Pertanyaan dan jawaban mengalir sampai penghujung waktu. 

.







Sabtu, 07 Januari 2023

Berbagi Melalui Blog Pertama Kali


 Alangkah indahnya perjalanan, waktu demi waktu kulalui. Kelas baru, teman baru, dan wawasan yang bertambah. 

Demikian pada awal tahun 2023 ini, semangat untuk menjadi lebih baik, kuawali dengan mengikuti KBMN PGRI ke-28.  Kelas Belajar Menulis Nusantara ini mewajibkan peserta memiliki blog. Nah, lho! Aku masih ingat beberapa tahun lau belajar juga untuk membuat blog, tetapi merasa perlu reviuw, sehingga aku mengikuti Kelas Dasar Blog 7 bersama teman-teman yang lain.

Kelas Dasar Blog 7 yang dimulai Jum'at pukul 19.00 via grup WA dan dilanjutkan via Zoom Meet pada Sabtu siang pukul 13.00 -15.00, diikuti peserta yang sangat antusias. Aku dag dig dug karena tertinggal. Tanpa disengaja, ada tamu di rumah pada malam pembukaan kelas. Beberapa teman sudah action membuat blog dan mengirimkan link akses. Aku masih diam. Pada hari kedua, aku baru menyusul membuat blog. Itupun juga termasuk peserta paling ujung.

Berbekal arahan Pak Brian dan saling mendukung di kelas WA, aku bisa memahami materi. Hambatan yang kualami pada akun email yang kupunya. Setelah mencoba dengan email baru tidak berhasil, aku mencoba email lama untuk login ke blogger. Setiap langkah ku posting ke grup WA supaya dapat tanggapan dan solusi, rada malu, tapi kupikir tidak boleh malu supaya mampu. 

Akhirnya taraa.....blogku muncul. Ini tulisan pertamaku di blog. Sangat mengesankan mengikuti Kelas dasar Blog 7. Terimakasih ilmu yang telah dibagi, semoga semakin banyak kebaikan yang bisa ditebar melalui blog ini. Dan juga bisa saling berbagi pengalaman, cerita, dan karya.